Hipertensi Postpartum: Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya

Sumber: freepik.com

Hipertensi postpartum adalah kondisi di mana tekanan darah tinggi terjadi setelah melahirkan. Meskipun sering kali terkait dengan hipertensi yang terjadi selama kehamilan (preeklampsia atau hipertensi gestasional), hipertensi postpartum dapat muncul bahkan pada wanita yang tidak memiliki riwayat tekanan darah tinggi selama kehamilan. Kondisi ini memerlukan perhatian medis karena dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan kesejahteraan keluarga.

 

Gejala Hipertensi Postpartum

Gejala hipertensi postpartum dapat bervariasi, tetapi beberapa tanda yang umum meliputi:

  1. Tekanan darah tinggi: Tekanan darah yang konsisten di atas 140/90 mmHg.
  2. Sakit kepala parah: Sakit kepala yang tidak hilang dengan pengobatan biasa.
  3. Penglihatan kabur atau ganda: Penglihatan yang buram atau sensitif terhadap cahaya.
  4. Nyeri di bagian atas perut: Terutama di bawah tulang rusuk di sisi kanan.
  5. Mual atau muntah: Terutama jika terjadi tiba-tiba.
  6. Sesak napas: Perasaan tidak bisa bernapas dengan baik.
  7. Pembengkakan ekstrem: Terutama pada wajah dan tangan.

 

 

Penyebab Hipertensi Postpartum

Beberapa faktor dapat menyebabkan atau berkontribusi pada hipertensi postpartum, termasuk:

  1. Preeklampsia atau Eklampsia: Wanita yang mengalami preeklampsia atau eklampsia selama kehamilan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan hipertensi postpartum.
  2. Hipertensi Gestasional: Wanita dengan hipertensi selama kehamilan juga berisiko.
  3. Riwayat Keluarga: Memiliki anggota keluarga dengan hipertensi meningkatkan risiko.
  4. Obesitas: Berat badan yang berlebih dapat mempengaruhi tekanan darah.
  5. Faktor Gaya Hidup: Diet tinggi garam, kurangnya aktivitas fisik, dan stres dapat memperburuk kondisi ini.
  6. Gangguan Kesehatan Lain: Kondisi medis lain seperti diabetes atau penyakit ginjal dapat meningkatkan risiko.

 

Cara Pencegahan Hipertensi Postpartum

Pencegahan hipertensi postpartum melibatkan pemantauan kesehatan yang ketat selama dan setelah kehamilan. Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:

  1. Pemantauan Tekanan Darah Rutin: Selalu memantau tekanan darah selama dan setelah kehamilan. Konsultasikan dengan dokter mengenai frekuensi yang diperlukan.
  2. Pola Makan Sehat: Konsumsi makanan yang seimbang dan rendah garam. Pilih makanan tinggi serat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.
  3. Aktivitas Fisik: Lakukan olahraga ringan hingga sedang, seperti berjalan atau berenang, sesuai dengan rekomendasi dokter.
  4. Mengelola Stres: Teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau pernapasan dalam dapat membantu mengurangi stres.
  5. Hindari Alkohol dan Rokok: Kedua zat ini dapat memperburuk hipertensi.
  6. Minum Obat Sesuai Rekomendasi: Jika dokter meresepkan obat untuk mengontrol tekanan darah, pastikan untuk mengonsumsinya sesuai petunjuk.
  7. Perawatan Pasca Persalinan: Mengikuti semua janji perawatan pasca persalinan dengan dokter untuk memantau kesehatan secara keseluruhan.

 

Hipertensi postpartum adalah kondisi serius yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu baru. Meskipun sering terkait dengan hipertensi selama kehamilan, kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja dan memerlukan perhatian medis. Dengan mengenali gejala, memahami penyebab, dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, risiko komplikasi dapat diminimalkan. Pemantauan kesehatan yang rutin dan konsultasi dengan tenaga medis adalah kunci untuk mengelola dan mencegah hipertensi postpartum.

Mengenal Lebih Dini Penyakit Talasemia<< >> Manfaat Daun Jambu Biji untuk Sakit Gigi

About the author : admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.